Home / BERITA / Customer Service Bank Sekarang Bisa Diganti Meja

Customer Service Bank Sekarang Bisa Diganti Meja

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mulai tahun ini fokus menggarap digital banking. Nasabah yang ingin bertanya informasi kepada customer service, setor tunai tunai ke teller, sampai membuka tabungan semua sudah bisa dilakukan dengan mesin.

Bank pelat merah ini telah membuka 12 kantor cabang digital banking, salah satunya yang berada di Mal Kota Kasablanca, Jakarta. Tak ada petugas satpam atau teller yang menyambut nasabah begitu memasuki kantor cabang digital banking.

Termasuk ketika bertanya segala informasi terkait produk perbankan, nasabah hanya perlu berdiri di smart table, di mana layar sentuh ukuran cukup besar bisa disentuh untuk beberapa penggunaan.

Menurut Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, smart table tersebut memang difungsikan untuk menggantikan customer service yang memang bertugas menjelaskan segala informasi produk bank.

“Jadi ini memang untuk menggantikan customer service. Kalau di konvensional, satu petugas hanya bisa melayani satu orang, mesin ini bisa melayani 3 orang sekaligus. Informasi lengkap tentang kredit ada di sini semua,” kata Asmawi di Mal Kasablanca, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Layar sentuh tersebut terhubung langsung dengan jaringan BRI, dan dilengkapi dengan sensor kamera yang dapat menampilkan gambar 2D berupa informasi teks, info grafis, foto, dan video.

Nasabah hanya perlu menggunakan menempelkan kartu pintar yang diletakkan di samping layar sentuh. Setiap kartu berguna untuk menampilkan informasi setiap produk BRI.

Tinggal mengambil salah satu kartu sesuai informasi yang diinginkan, kemudian diletakkan di atas layar, nasabah kemudian bisa memilih informasi lebih detail dari menu yang keluar dari tempat pijakan kartu pintar tersebut di layar sentuh.

Beberapa informasi yang bisa diakses dari smart table antara lain informasi lengkap pengajuan kredit, lokasi ATM, simulasi kredit, investasi, tabungan, sampai dengan transaksi internet banking.

Asmawi berujar, penggunaan perangkat digital banking membuat bank tak harus mempekerjakan karyawan. Sehingga selain ada efisiensi, tren kalangan usia muda lebih menyukai penggunaan digital banking yang simpel dan cepat.

“Jadi semua yang dikerjakan customer servive dan teller, bisa digantikan mesin ini. Tapi tetap ada orang yang bertugas di full branch sebagai asistensi saja. Total tahun ini kita targetkan sudah ada 25 full branch,” jelas Asmawi. (idr/ang)

sumber : finance.detik.com

 

Baca Juga

Perencanaan Usaha Jasa Keamanan

  Seiring bertumbuhnya nya perekonomian Indonesia pada saat ini tidak kurang dari 2000 perusahaan jasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *